Nama
saya Adi Prasetio, saya lahir di Cirebon pada tanggal 06 Juni 1994, saya anak
ke 5 dari ke 5 bersaudara. Orang tua saya bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan
ibu seorang ibu rumah tangga. Saya mempunyai kakak kandung pertama kak Sri,
kedua kak Santi, ketiga kak Akhmadi, keempat kak Sari. Mereka sudah berkeluarga
dan masing-masing sudah mempunyai anak. Bisa
disebut saya sudah menjadi seorang paman, bahkan keponakan saya ada yang
umurnya beda setahun dengan saya. Yaitu yuni, dia anak pertama dari kakak
pertama. Ya sewajarnya saja, dulu saya sebenarnya punya kakak lagi yang ke 5,
namun waktu itu ibu saya keguguran. Maka dari itu saya beda jauh dari
kakak-kakak saya.
Sebenarnya
saya lahir di cipondoh Tangerang. Pada saat saya masih kecil dan belum sempat
membuat akte kelahiran untuk saya, rumah keluarga saya di gusur oleh pemerintah
setempat. Memang, waktu itu orang tua saya berprofesi sebagai tukang pot bunga
keliling, keluarga saya tak punya apa-apa bahkan tempat tinggal pun di tanah
pengairan, makanya digusur. Keluarga saya
pun berpindah tempat tinggal ke kampung halaman dan tinggal bersama kakak
pertama. Waktu saya memasuki di bangku SD tanpa memasuki TK, orang tua saya mulai
merantau lagi ke bekasi, untuk bekerja walaupun hanya sebuah toko sembako dan
kalo pagi, ibu dagang baju dipasar.
Pada kelas 2 menengah, saya mulai
jenuh karena saya sangat kesepian ditinggal merantau orang tua, saya selalu
malas bersekolah pada saat itu. Namun tak lama kemudian saya pun dipindahkan
kebekasi ikut tinggal bersama orang tua hingga melanjutkan sekolah dasar saya
di daerah Margahayu Bekasi timur.
Lagi-lagi orang tua saya tinggal
di tanah pengairan di sekitar lahan kosong sepanjang jalan kalimalang bekasi
timur. Ternyata orang tua saya memang sudah lama menghuni lahan kosong tersebut
sejak tahun 80-an, pastinya saya belum lahir. Perlahan-lahan waktu itu ayah
mempunyai keinginan membuka usaha musiman, yaitu membuat tihang bendera dan
bendera segala ukuran yang dijual untuk 17 agustusan dan penitipan motor karena
lahan tersebut lumayan luas.
Saya waktu SD mengikuti kegiatan
sosial seperti pramuka, namun hanya sebentar. Karena saat itu saya gemar
bermain game Playstation di rental, hingga saya lupa waktu, lupa makan, dan
kadang lupa bayar. Bahkan dulu juga pernah saya mengikuti kegiatan mengaji di
madrasah AL-JIHAD, gak jauh dari sekolah SD saya. Sesampai iqra 2, saya
berhenti dan mulai bermalasan untuk bermain playstation lagi di rental. Orang tua
sering menasehati, namun waktu itu saya hanyalah anak kecil yang selalu ingin
kesenangan.
Kelas 2, 3, 4, 5 saya naik semua
hingga kelas 6 lulus ke SMP. Saya mencoba untuk tes di SMP favorit di bekasi
timur yaitu SMPN 2. Ternyata saya tidak lulus tes ke SMP negri sampai akhirnya
saya saya memutuskan untuk ke salahsatu SMP Swasta Mandalahayu bekasi timur.
Alhamdulillah, waktu saya duduk
di kelas 2 smp usaha ayah berkembang pesat yang dulunya hanyalah seorang
penjual bendera dan tihang bambu keliling, sekarang ayah mempunyai banyak anak
buah untuk memproduksi bendera dan tihang tersebut hingga pelanggan banyak
mencarinya. Penitipan motornya pun mulai banyak pelanggan. Pada saat itu, Ayah
dan Ibu di berikan rezeki pergi haji ke tanah suci Makkah.
Kelas 3 smp saya lulus. Saya bingung
mau ke SMA/SMK negri mana yang mau dituju. Saya tanpa tes ke negri, saya
kembali lagi ke yayasan Mandalahayu untuk melanjutkan pendidikan SMA di sana. Teman
baru, kelas baru, rasanya berbeda pada saat SMA. Dari situ saya mulai menyukai
lawan jenis atau cinta monyet lah, mempunyai teman dekat atau sahabat (hingga
sekarang). Saya orangnya pemalu dan pendiam, jadi suka sama lawan jenis itu
hanya sekedar diam dan gak mau mengungkap. Karena saya rasa saya itu belum
terlalu mengerti soal begitu.
Saat kelas 1 semester 2 saya ikut
serta melakukan kegiatan sekolah atau ekskul pramuka hingga awal kelas 3 SMA. Pada
saat kenaikan kelas 2, saya masuk di Grade IPA. Sampai kelas 3 banyak sekali
kegiatan-kegiatan pelajaran yang harus deselesaikan, seperti pratktikum. Dan mulai
fokus kembali ke Ujian Nasional.
Di kelas 3 SMA, itu mulai terasa
banget kenangan yang gak bisa dilupain. Seperti cabut bareng, ngeroko diem-diem
bareng, dihukum bareng, ngerjain tugas bareng. pokonya susah seneng bareng. Oh ya awalnya saya kenal rokok itu dari SMA
kelas 3. Disitulah saya mulai bandel.
UN pun saya jalani dan pada
akhirnya saya lulus. Sampai berfikir ikut tes SNMPTN, waktu itu saya coba ptn
UNDIP dan UNPAD. Tapi hasilnya pun kecewa karena tidak lulus tes, dan saat itu
saya berfikir untuk melanjutkan ke pts di Universitas Gundarma untuk mengambil
Fakultas ILKOM Jurusan SI malam.
Pada semester 2 saya kebingungan
karena daerah lahan kosong ini dikabarkan akan di eksekusi/gusur. Saya pikir
itu hanya issu, tapi ternyata pada bulan April 2013 rumah saya digusur lagi. Dulu
sempat digusur, namun hanya sebagian karena untuk pelebaran jalan. Tapi sekarang
digusur semua hingga rata dengan tanah. Keluarga saya tak bisa berbuat apa-apa
karena tak mempunyai hak. Hanya bisa melihat dengan rasa sedih, dan bersyukur
karena sudah sempat hidup enak di sana.
Dan pada akhirnya ayah dan ibu
memilih tinggal dikampung halaman cirebon. Saya memilh tinggal dengan kakak
Akhmadi yang sudah berkeluarga di tambun-bekasi. Orang tua saya mulai membuka usaha batu bata. Tapi saya kurang
setuju kalau ayah dan ibu masih bekerja, karena faktor usia ayah dan ibu sudah
tua. namun apa daya, tak ada cara lagi untuk menafkahi kuliah saya dan
keseharian saya.
Saya berfikir tak mau terlalu membebani
kakak saya apa lagi ayah dan ibu, saya pun mencoba melamar kerja namun tak ada
respon untuk saya hingga kini. “jadi jalani saja apa yang ada, asalkan kuliah
jangan sampai ke ganggu” kata orang tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar