Jumat, 15 November 2013

Autobiografi



                Nama saya Adi Prasetio, saya lahir di Cirebon pada tanggal 06 Juni 1994, saya anak ke 5 dari ke 5 bersaudara. Orang tua saya bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga. Saya mempunyai kakak kandung pertama kak Sri, kedua kak Santi, ketiga kak Akhmadi, keempat kak Sari. Mereka sudah berkeluarga dan masing-masing sudah  mempunyai anak. Bisa disebut saya sudah menjadi seorang paman, bahkan keponakan saya ada yang umurnya beda setahun dengan saya. Yaitu yuni, dia anak pertama dari kakak pertama. Ya sewajarnya saja, dulu saya sebenarnya punya kakak lagi yang ke 5, namun waktu itu ibu saya keguguran. Maka dari itu saya beda jauh dari kakak-kakak saya.
                Sebenarnya saya lahir di cipondoh Tangerang. Pada saat saya masih kecil dan belum sempat membuat akte kelahiran untuk saya, rumah keluarga saya di gusur oleh pemerintah setempat. Memang, waktu itu orang tua saya berprofesi sebagai tukang pot bunga keliling, keluarga saya tak punya apa-apa bahkan tempat tinggal pun di tanah pengairan, makanya digusur.  Keluarga saya pun berpindah tempat tinggal ke kampung halaman dan tinggal bersama kakak pertama. Waktu saya memasuki di bangku SD tanpa memasuki TK, orang tua saya mulai merantau lagi ke bekasi, untuk bekerja walaupun hanya sebuah toko sembako dan kalo pagi, ibu dagang baju dipasar.
Pada kelas 2 menengah, saya mulai jenuh karena saya sangat kesepian ditinggal merantau orang tua, saya selalu malas bersekolah pada saat itu. Namun tak lama kemudian saya pun dipindahkan kebekasi ikut tinggal bersama orang tua hingga melanjutkan sekolah dasar saya di daerah Margahayu Bekasi timur.
Lagi-lagi orang tua saya tinggal di tanah pengairan di sekitar lahan kosong sepanjang jalan kalimalang bekasi timur. Ternyata orang tua saya memang sudah lama menghuni lahan kosong tersebut sejak tahun 80-an, pastinya saya belum lahir. Perlahan-lahan waktu itu ayah mempunyai keinginan membuka usaha musiman, yaitu membuat tihang bendera dan bendera segala ukuran yang dijual untuk 17 agustusan dan penitipan motor karena lahan tersebut lumayan luas.
Saya waktu SD mengikuti kegiatan sosial seperti pramuka, namun hanya sebentar. Karena saat itu saya gemar bermain game Playstation di rental, hingga saya lupa waktu, lupa makan, dan kadang lupa bayar. Bahkan dulu juga pernah saya mengikuti kegiatan mengaji di madrasah AL-JIHAD, gak jauh dari sekolah SD saya. Sesampai iqra 2, saya berhenti dan mulai bermalasan untuk bermain playstation lagi di rental. Orang tua sering menasehati, namun waktu itu saya hanyalah anak kecil yang selalu ingin kesenangan.
Kelas 2, 3, 4, 5 saya naik semua hingga kelas 6 lulus ke SMP. Saya mencoba untuk tes di SMP favorit di bekasi timur yaitu SMPN 2. Ternyata saya tidak lulus tes ke SMP negri sampai akhirnya saya saya memutuskan untuk ke salahsatu SMP Swasta Mandalahayu bekasi timur.
Alhamdulillah, waktu saya duduk di kelas 2 smp usaha ayah berkembang pesat yang dulunya hanyalah seorang penjual bendera dan tihang bambu keliling, sekarang ayah mempunyai banyak anak buah untuk memproduksi bendera dan tihang tersebut hingga pelanggan banyak mencarinya. Penitipan motornya pun mulai banyak pelanggan. Pada saat itu, Ayah dan Ibu di berikan rezeki pergi haji ke tanah suci Makkah.
Kelas 3 smp saya lulus. Saya bingung mau ke SMA/SMK negri mana yang mau dituju. Saya tanpa tes ke negri, saya kembali lagi ke yayasan Mandalahayu untuk melanjutkan pendidikan SMA di sana. Teman baru, kelas baru, rasanya berbeda pada saat SMA. Dari situ saya mulai menyukai lawan jenis atau cinta monyet lah, mempunyai teman dekat atau sahabat (hingga sekarang). Saya orangnya pemalu dan pendiam, jadi suka sama lawan jenis itu hanya sekedar diam dan gak mau mengungkap. Karena saya rasa saya itu belum terlalu mengerti soal begitu.
Saat kelas 1 semester 2 saya ikut serta melakukan kegiatan sekolah atau ekskul pramuka hingga awal kelas 3 SMA. Pada saat kenaikan kelas 2, saya masuk di Grade IPA. Sampai kelas 3 banyak sekali kegiatan-kegiatan pelajaran yang harus deselesaikan, seperti pratktikum. Dan mulai fokus kembali ke Ujian Nasional.
Di kelas 3 SMA, itu mulai terasa banget kenangan yang gak bisa dilupain. Seperti cabut bareng, ngeroko diem-diem bareng, dihukum bareng, ngerjain tugas bareng. pokonya susah seneng bareng.  Oh ya awalnya saya kenal rokok itu dari SMA kelas 3.  Disitulah saya mulai bandel.
UN pun saya jalani dan pada akhirnya saya lulus. Sampai berfikir ikut tes SNMPTN, waktu itu saya coba ptn UNDIP dan UNPAD. Tapi hasilnya pun kecewa karena tidak lulus tes, dan saat itu saya berfikir untuk melanjutkan ke pts di Universitas Gundarma untuk mengambil Fakultas ILKOM Jurusan SI malam.
Pada semester 2 saya kebingungan karena daerah lahan kosong ini dikabarkan akan di eksekusi/gusur. Saya pikir itu hanya issu, tapi ternyata pada bulan April 2013 rumah saya digusur lagi. Dulu sempat digusur, namun hanya sebagian karena untuk pelebaran jalan. Tapi sekarang digusur semua hingga rata dengan tanah. Keluarga saya tak bisa berbuat apa-apa karena tak mempunyai hak. Hanya bisa melihat dengan rasa sedih, dan bersyukur karena sudah sempat hidup enak di sana.
Dan pada akhirnya ayah dan ibu memilih tinggal dikampung halaman cirebon. Saya memilh tinggal dengan kakak Akhmadi yang sudah berkeluarga di tambun-bekasi. Orang tua saya mulai  membuka usaha batu bata. Tapi saya kurang setuju kalau ayah dan ibu masih bekerja, karena faktor usia ayah dan ibu sudah tua. namun apa daya, tak ada cara lagi untuk menafkahi kuliah saya dan keseharian saya.
Saya berfikir tak mau terlalu membebani kakak saya apa lagi ayah dan ibu, saya pun mencoba melamar kerja namun tak ada respon untuk saya hingga kini. “jadi jalani saja apa yang ada, asalkan kuliah jangan sampai ke ganggu” kata orang tua.


               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar