yang tidak pernah diharapkan akan timbul dalam sebuah
organisasi.Terdapat empat proses yaitu komunikasi, pengambilan keputusan,
evaluasi prestasi, sosialisasi dan karir.
Raymond V. Lesikar telah menguraikan 4 faktor yang mempengaruhi
efektifitas komunikasi organisasi, yaitu :
a. Saluran omunikasi formal
b. Struktur organisasi
c. Spesialisasi jabatan
d. Apa yang disebut lesikar sebagai “pemilikan informasi”
Model-model dalam proses organisasi
1. Proses Komunikasi
Komunikasi menduduki tempat yang utama
karena susunan keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan
ditentukan oleh tehnik komunikasi. Dari sudut pandang ini komunikasi adalah
suatu proses sosial yang mempuyai relevansi terluas di dalam memfungsikan
setiap kelompok, organisasi atau masyarakat.Kelangsungan hidup organisasi berkaitan dengan kemampuan manajemen untuk
menerima, menyampaikan, dan meleksanakan komunikasi. Komunikasi diartikan
sebagai proses penyampaian informasi atau pengiriman
kepada penerima informasi. Dengan demikian
penerimaan informasi harus memahami isi
informasi yang di terimanya, sebaliknya
apabila
penerimaan informasi tidak memahami informasi yang
diberikan oleh pemberi informasi berarti tidak terjadi komunikasi yang
effektif yang pada akhirnya dapat menimbulkan
suatu konflik. Terdapat tiga elemen pokok yang
saling berkaitan setiap terjadinya suatu
komunikasi, yaitu
sender (sumber berita), message (pesan), dan receiver
(penerimaan berita). Apabila salah satunya dari ketiga
elemen tersebut tidak ada, maka komunikasi tersebut tidak akan terjadi. Perilaku Keorganisasian 2 Untuk
itu terdapat delapan unsur pokok di
dalam proses komunikasi.
a. Pengiriman atau sumber (sender)
b. Enconding
c. Message
d. Chanel
e. Receiver
f. Recoding
g. Noise
h. Feedback
Proses komunikasi umum berisi lima
elemen: Komunikator, Pesan, Media, Penerima, dan Umpan balik.
1. Komunikator
Dalam suatu kerangka organisasi,
komunikator adalah karyawan dengan ide,maksud, informasi dan suatu
tujuan untuk berkomunikasi.
2. Pesan
Tujuan komunikator diekspresikan dalam
bentuk pesan baik verbal atau non verbal.
Pesan yang tidak disengaja dapat dikirimkan tanpa suara atau
tindakan untuk suatu hal tertentu demikian pula keputusan dari tujuan dan
sasaran yang tidak bisa diteruskan dan
metode yang tidak bisa dipergunakan.
3. Media
Media adalah pembawa pesan, alat
dimana pesan dikirim. Dalam organisasi memberikan
informasi pada anggota dalam berbagai cara,
termaksud komunikasi tatap muka, pembicara melalui telepon, pertemuan kelompok, pesan
melalui fax dan lain-lain.
4. Penerimaan Kode
Agar proses komunikasi sempurna, pesan
dapat dikodekan, sehingga relevan dengan penerimaan.
5. Umpan Balik
Proses komunikasi satu arah tidak membuka umpan
balik penerima terhadap komunikator, meningkatkann potensi distori
antara pesan yang dimaksud dan pesan yang diterima. Perilaku Keorganisasian 3Komunikasi dalam organisasi sebaiknya
memberikan komunikasi dalam empat arah berbeda :
a.Komunikasi ke bawah : komunikasi yang
mengalir dari individu dengan tingkat hirarki yang
lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah.
b.Komunikasi ke atas : komunikasi
yang mengalir dari tingkat yang lebih
rendah ke tingkat yang lebih tinggi dalam
suatu organisasi.
c.Komunikasi horizontal : komunikasi yang mengalir
antar fungsi dalam suatu organisasi
d.Komunikasi iagonal komunikasi yang memotong antar fungsi dan
tingkat dalam suatu organisasi.Komunikasi Informal adalah
bagian penting aliran komunikasi organisasi. Bentuk
organisasi ini timbul dengan berbagai maksud, yaitu meliputi :
1. Peranan kebutuhan-kebutuhan manusiawi
2. Pemenuhan keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang
lain
3. Pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan yang
tidak disediakan saluran-salurankomunikasi formal.Bentuk proses perseptual
komunikasi
1. Komunikasi perseptual : Proses dimana penerima
menciptakan makna sendiri dalam benak mereka.
2. Pengirim : Kelompok atau Organisasi yang ingin atau
berusaha untuk berkomunikasi dengan penerima tertentu
3. Pengkodean : Komunikasi dimulai saat pengirim mengkodekan
suatu gagasan atau pikiran.
4. Pesan : Hasil dari pengkodean
5. Noise : Campur tangan dalam
pengiriman dan pemahaman pesanKomunikasi Antar Pribadi
1. Kemampuan Komunikasi
2. Ekstranet : menghubungkan karyawan
internal dengan pelanggan pilihan, pemasok dan mitra strategis
3. E-mail : penggunaan internet/intranet untuk
mengirim teks dan dokumen yang dihasilkan oleh komputer
Perilaku Keorganisasian
4
4. Kerjasama komputer : penggunaan perangkat keras dan lunak
komputer untuk membantu orang-orang bekerjasama lebih baik sesuai dengan
suasana yang ada.
Gaya Komunikasi :
1. Gaya Asertif : Sikap yang mampu mengekspresikan
perasaan dan harga diri, tetapi tidak mengambil
keuntungan dari orang lain.
2. Gaya Agresif : Sikap yang mampu menyatakan diri dan harga
diri, tetapi mengambil keuntungan yang tidak
adil dari oarng lain.
3. Gaya Nonasertif : Takut,
malu-malu dan perilaku mengingkari diri sendiri.
4. Komunikasi Non Verbal : Pesan yang dikirimkan kepada
orang lain dari tulisan atau dari kata-kata yang diucapkan
5. Mendengarkan Secara Efektif :
Proses pengkodean dan menterjemahkan pesan verbal Tindakan
non verbal positif yang dapat membantu komunikasi :
1. Menjaga kontak mata,
2. Kadang menganggukkan kepala tanda setuju,
3. Tersenyum dan menunjukkan semangat,
4. Mengarahkan tubuh kearah pembicara,
5. Berbicara secukupnya, tenang, intonasi yang menenangkan
Tindakan untuk dihindari :
1. Memalingkan muka/tubuh dari pembicara,
2. Menutup mata Anda,
3. Menggunakan intonasi suara yang tidak enak didengar,
4. Berbicara terlalu cepat/lambat,
5. Menguap berlebihan.
Gaya Pendengaran :
1. Gaya Hasil : Tertarik untuk
mendengar hasil akhir atau hasil suatu pesan,
2. Gaya Alasan : Tertarik untuk
mendengar alasan dibalik suatu pesan,
3. Gaya Proses : Suka mendiskusikan masalah secara detail,
4. Gaya Linguistik : Ciri khas pola bicara seseorang
Perilaku Keorganisasian 5
Pola Komunikasi Organisasi :
1. Komunikasi herarkis : pertukaran informasi antara manajer
dan karyawan.
2. Omongan selentingan : sistem komunikasi tidak resmi di
dalam organisasi informasi.
3. Orang penghubung : secara
konsisten menyampaikan informasi omongan selentingan kepada orang
lain.
4. Mata-mata organisasi : menggunakan
omongan selentingan untuk meningkatkan kekuatan dan status mereka.
5. Distorsi komunikasi : dengan sengaja mengubah isi
pesan.Dinamika Komunikasi Modern :
1. Internet : jaringan kerja global
dari jaringan-jaringan kerja komputer
2. Intranet : internet pribadi milik milik organisasi
3. Ekstranet : menghubungkan karyawan
internal dengan pelanggan pilihan, pemasok dan mitra strategis
4. E-mail : penggunaan internet/intranet untuk mengirim teks
dan dokumen yang dihasilkan oleh komputer
5. Kerjasama komputer : penggunaan perangkat keras dan lunak
komputer untuk membantu orang-orang bekerjasama lebih baik
2. Proses Pengambilan KeputusanKeputusan dari
seorang pemimpin tidak datang secara
tibatiba, tetapi melalui suatu proses. Proses pengambilan keputusan itu
berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin
b. Berupa kegiatan penelitian
c. Melalui analisis data
d. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
e. Mengoperasionalkan keputusan menjadi kegiatan
f. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai
pelaksana
keputusan akan diperoleh data operasional yang baruSementara itu
tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai
berikut :
b. Tetapkan masalah
c. Identifikasi kriteria keputusan
d. Alokasikan bobot pada kriteria
Perilaku Keorganisasian 6
e. Kembangkan alternatif
f. Evaluasi alternative
g. Pilih alternative terbaik
Dalam pengambil keputusan ada dua tipe keputusan:
1. Keputusan Terprogram
Keputusan terprogram adalah prosedur
spesifik yang dikembangkan untuk masalah yang
rutin dan berulang. Jika situasi yang sering muncul, biasanya
prosedur rutin akan dapat disusun untuk menyelesaikannya.
2. Keputusan Tidak Terprogram
Adalah keputusan membutuhkan manajemen masalah yang unik dan
kompleks. Keputusan tidak terprogram ini dibuat jika ada hal yang baru dan
tidak berstruktur.Keputusan adalah mekanisme organisasional
dengan bentuk usaha untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu. Untuk
masalah yang munculnya sering, mengetahui seluruh proses tidak menjadi hal
utama. Jika suatu kebijakan telah diputuskan untuk mengatasi masalah seperti
itu maka menajer tidak perlu lagi
untuk mengmbangkan dan mengevaluasi seluruh
altrernatif setiap masalah yang sama muncul
kembali. Dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Menetapkan sasaran dan tujuan serta mengukur hasil
2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dengan tepat dapat terhalangi oleh faktorfaktor
seperti berikut:
a. Masalah presepsi: bahwa presepsi
individu mempunyai peluang untuk melindungi atau
menghalangi kita dari kenyataan yang tidak menyenangkan.
b. Masalah didefinisikan sebagai solusi:
merupakan suatu upaya untuk langsung lompat pada suatu kesimpulan.
c. Identifikasi gejala sebagai masalah:
masalah biasanya terdiri dari tiga type, yaitu kesempatan, krisis,
dan rutin.
3. Mengembangkan AlternatifSebelum suatu keputusan dibuat,
alternative yang masuk-akal
(solusi potensial untuk masalah tersebut)
mesti ditelaah serta akibat dari masing-masing alternative
juga mesti dikaji. Perilaku
Keorganisasian 7
4. Mengevaluasi Alternatif
Dalam memilih dari sejumlah alternative, pengambil keputusan harus
dituntun oleh sasaran dan tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya. Hubungan antara alternative-hasil didasarkan atas
tiga kondisi, yaitu:
a. Kepastian
b. Ketidakpastian
c. Resiko
5. Memilih AlternatifAdalah untuk memecahkan
masalah guna mencapai tujuan yang direncanakan
sebelumnya. Keputusan bukan suatu hasil, tetapi hanya suatu sarana untuk
mencapai tujuan.
6. Mengimplementasikan Keputusan
Suatu keputusan yang tidak diimpletasikan tidak lebih dari sebuah
abstraksi belaka. Tujuan mengimpletasikan keputusan agar mencapai tujuan yang
dikehendaki. Implementasikan keputusan melibatkan banyak orang
sehingga untuk menguji keputusan itu dapat
dengan melihat perilaku orang yang dipengaruhi
oleh keputusan itu.
7. Mengendalikan dan Mengevaluasi
Manajemen yang efektif melibatkan pengukuran secara
periodik terhadap hasil. Model-model Pengambilan Keputusan.
1. Relationalitas Keputusan
2. Model-model perilaku pengambilan keputusan
Teknik Pengambilan Keputusan
1. Teknik -teknik kreatif : Brainstorming dan Synectics
2. Teknik -teknik partisipatif
3. Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern :
teknik delphi, teknik kelompok nominal
3. Proses Evaluasi Prestasi
Proses evaluasi prestasi di dalam
organisasi menunjukkan bahwa prestasi individu, kelompok, dan organisasi adalah suatu hasil atau
variabel bergantung dari prilaku organisasi, struktur dan proses. Sistem yang diterapkan untuk mengevaluasi
prestasi membantu maksud-maksud seperti penentuan
imbalan (upah, promosi, dan alih tugas), identifikasi kebutuhan akan pelatihan Perilaku Keorganisasian
8(training), penyediaan balikan bagi para pegawai dan
lain-lain. Dalam melakukan pengevaluasian sebaiknya diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
a. Maksud dan evaluasi kerja
b. Evaluasi kerja dan evaluasi
c. Apa yang akan di evaluasi
d. Siapa yang seharusnya akan di evaluasi
e. Bagaimaa metodenya
f. Masalah potensial
g. Bagaimana mengatasi masalah
4. Proses Sosialisasi dan Karir
Proses sosialisasi adalah suatu proses
dimana kita dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu maka
disitulah proses sosialisasi akan terjadi. Sedangkan karir
adalah suatu deretan posisi yang di duduki oleh seseorang selama
perjalanan usianya.Karir adalah rangkaian perasaan individual dari sikap dan
perilaku yang berkaitan dengan pengamalan kerja dan
aktifitas selama rentang waktu kehidupan orang.
SUMBER:
http://meistyjulian.wordpress.com/2012/04/01/proses-organisasi-i-proses-mempengaruhi-pengambilan-keputusan-2/
http://abdulghanni.blogspot.com/2012/01/proses-organisasi-proses-mempengaruhi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar